LHOKSEUMAWE – Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe terus memperkuat sistem deteksi dini terhadap penyakit menular. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan Surveilans Aktif Rumah Sakit (SARS) di RS Tk. III IM 07.01 Lhokseumawe.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Lhokseumawe. Langkah ini bertujuan memperkuat sistem kewaspadaan dini serta respons terhadap penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB).
Selain itu, surveilans juga difokuskan pada Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).
Data Kasus Penyakit Ditelusuri dan Diverifikasi
Dalam pelaksanaannya, tim P2P melakukan penelusuran terhadap data pasien yang dirawat maupun berobat di rumah sakit.
Data tersebut kemudian dicocokkan dan divalidasi. Proses ini penting untuk menemukan kemungkinan kasus penyakit yang membutuhkan tindak lanjut lebih cepat.
Beberapa penyakit yang menjadi perhatian antara lain Acute Flaccid Paralysis (AFP) atau lumpuh layu, campak-rubella, dan difteri. Selain itu, tim juga memantau penyakit menular lain yang berpotensi berkembang menjadi wabah atau KLB.
Langkah tersebut membantu petugas memperoleh informasi yang lebih akurat. Dengan begitu, potensi penyebaran penyakit dapat diketahui sedini mungkin.
Tim Lakukan Hospital Record Review
Tim P2P Dinkes Lhokseumawe berkoordinasi langsung dengan pihak RS Tk. III IM 07.01. Koordinasi melibatkan manajemen rumah sakit, dokter, tim surveilans, serta unit rekam medis.
Selanjutnya, petugas melakukan penyisiran data pasien melalui metode hospital record review. Data rekam medis diperiksa untuk menemukan kasus yang memenuhi kriteria penyakit dalam pemantauan.
Cara tersebut juga membantu memastikan laporan penyakit dari fasilitas kesehatan tetap lengkap dan sesuai kondisi di lapangan.
RS Tk. III IM 07.01 sendiri merupakan rumah sakit umum kelas C milik TNI Angkatan Darat yang berada di Kota Lhokseumawe. Data Kementerian Kesehatan mencatat fasilitas tersebut beralamat di Jalan Samudera No. 53 A.
Surveilans Perkuat Kewaspadaan Dini
Surveilans aktif menjadi bagian penting dalam sistem pencegahan penyakit. Melalui pemantauan rutin, indikasi peningkatan kasus dapat diketahui lebih awal.
Data yang diperoleh juga dapat digunakan untuk menentukan langkah penanganan. Karena itu, koordinasi antara Dinas Kesehatan dan rumah sakit menjadi penting agar informasi penyakit dapat diterima dengan cepat.
Kegiatan ini sekaligus mendukung tugas Dinkes Lhokseumawe dalam meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan. Selain itu, Dinkes memiliki peran dalam memperkuat tata kelola serta fungsi regulasi bidang kesehatan di daerah.
Dengan surveilans aktif, potensi penyakit menular dan KLB diharapkan dapat terdeteksi lebih dini. Respons kesehatan pun dapat dilakukan sebelum terjadi penyebaran yang lebih luas.
