Kader Posyandu Aceh Besar mengikuti pelatihan 25 kompetensi dasar untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui Posyandu Integrasi Layanan Primer.
Kader Posyandu Aceh Besar mendapat penguatan kemampuan melalui pelatihan 25 kompetensi dasar. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui Posyandu.
Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar menggelar kegiatan tersebut pada 3 hingga 5 November 2025. Pelatihan dilaksanakan secara hybrid dan melibatkan kader kesehatan sebagai peserta.
Melalui kegiatan tersebut, kader tidak hanya memperoleh pengetahuan. Mereka juga dibekali keterampilan praktis untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih menyeluruh kepada masyarakat.
Kader Posyandu Aceh Besar Perkuat Kemampuan
Pelatihan 25 kompetensi dasar bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader.
Selain itu, kegiatan tersebut mendukung penerapan Posyandu Integrasi Layanan Primer atau ILP. Melalui konsep ini, pelayanan Posyandu tidak hanya berfokus pada bayi dan balita.
Pelayanan juga mencakup seluruh siklus kehidupan. Mulai dari ibu hamil, bayi, balita, anak usia sekolah, remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia.
Karena itu, kader membutuhkan kemampuan yang lebih luas untuk menjalankan pelayanan di masyarakat.
Pelatihan Mencakup Lima Kelompok Kompetensi
Sebanyak 25 kompetensi dasar yang diberikan kepada kader terbagi dalam lima kelompok utama.
Kelompok pertama berkaitan dengan pengelolaan Posyandu. Materinya mencakup pencatatan, pelaporan, serta pelaksanaan kunjungan rumah.
Selanjutnya, kader memperoleh keterampilan pelayanan bagi ibu hamil dan menyusui.
Kelompok berikutnya berfokus pada bayi dan balita. Kader dibekali kemampuan pemantauan pertumbuhan serta edukasi mengenai ASI dan MPASI. Selain itu, terdapat materi yang berkaitan dengan imunisasi.
Pelatihan juga mencakup kesehatan usia sekolah dan remaja. Sementara itu, kelompok terakhir membahas pelayanan kesehatan untuk usia dewasa dan lansia.
Dengan demikian, kemampuan kader diharapkan dapat menjangkau kebutuhan kesehatan masyarakat pada setiap tahap kehidupan.
Pemantauan Gizi hingga Pencegahan Stunting
Pelatihan tersebut juga memberikan perhatian pada masalah gizi.
Ketua panitia kegiatan, Evitasari, menjelaskan bahwa kader dibekali kemampuan praktis dalam pemantauan gizi. Selain itu, kader mempelajari pencatatan, pelaporan, edukasi kesehatan, dan koordinasi dengan layanan kesehatan lainnya.
Kemampuan tersebut penting untuk mendukung pelayanan Posyandu yang lebih efektif.
Di sisi lain, materi 25 kompetensi juga mencakup pemantauan status gizi dan pencegahan stunting. Kader turut memperoleh pengetahuan mengenai kesehatan lingkungan serta pencegahan penyakit menular dan tidak menular.
Oleh karena itu, peran kader semakin luas dalam mendukung upaya promotif dan preventif di masyarakat.
Posyandu Tak Lagi Hanya untuk Menimbang Balita
Transformasi layanan membuat fungsi Posyandu semakin berkembang.
Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa Integrasi Layanan Primer mengarahkan pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup. Posyandu juga didukung dengan kunjungan rumah, kelas ibu hamil, serta kelas ibu balita.
Kondisi serupa terus diperkuat di Aceh Besar.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar sebelumnya menyatakan Posyandu tidak lagi hanya menjadi tempat menimbang bayi. Posyandu juga diarahkan menjadi tempat edukasi tumbuh kembang anak, pembinaan keluarga, dan pelayanan lainnya.
Dengan perubahan tersebut, peningkatan kompetensi kader menjadi semakin penting.
Kader Diharapkan Jadi Garda Terdepan Pelayanan
Pelatihan 25 kompetensi dasar diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu di Aceh Besar.
Kader yang memiliki keterampilan memadai dapat membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan dasar lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.
Selain itu, kader mempunyai peran dalam memberikan edukasi. Mereka juga dapat membantu pemantauan kesehatan masyarakat serta berkoordinasi dengan tenaga kesehatan ketika menemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar saat kegiatan, Agus Husni, berharap para kader dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Upaya tersebut diharapkan ikut menciptakan generasi yang sehat dan mendukung pencegahan stunting.
Penguatan Posyandu Terus Dilakukan di Aceh Besar
Peningkatan kemampuan kader merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat Posyandu.
Pada Juli 2025, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mencatat terdapat 658 Posyandu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 263 Posyandu tercatat aktif, sedangkan 395 lainnya saat itu belum aktif. Pemerintah daerah berupaya mengaktifkan kembali Posyandu agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal.
Ketua Pembina Posyandu Aceh Besar, Rita Mayasari, saat itu juga berharap pelatihan 25 kompetensi dasar dapat direalisasikan di setiap kecamatan.
Selain meningkatkan kapasitas, penguasaan kompetensi menjadi bagian dari pengelompokan kemampuan kader ke tingkat Purwa, Madya, dan Utama.
Penguatan tersebut terus berlanjut. Pada Agustus 2026, misalnya, Puskesmas Lhoknga bersama sejumlah pihak kembali menggelar pelatihan 25 keterampilan dasar Posyandu ILP. Sebanyak 60 kader dari 28 gampong telah mengikuti tahap awal dari target pembinaan 252 kader.
Pelayanan Kesehatan Semakin Dekat dengan Masyarakat
Penguasaan 25 kompetensi dasar Kader Posyandu Aceh Besar menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Kader kini menghadapi cakupan pelayanan yang lebih luas. Oleh sebab itu, kemampuan pengelolaan Posyandu, pemantauan gizi, kesehatan ibu dan anak, pelayanan remaja, hingga pelayanan lansia perlu terus ditingkatkan.
Pada akhirnya, penguatan kapasitas kader dapat membantu Posyandu menjalankan fungsi promotif dan preventif dengan lebih baik. Selain itu, pelayanan kesehatan dasar dapat semakin dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakat di berbagai gampong Aceh Besar.
